TNT – JAWA TIMUR – Peristiwa keracunan massal mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
Sedikitnya tujuh lembaga pendidikan dilaporkan terdampak setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menu soto ayam pada Selasa, Januari 2026. Insiden ini menyebabkan ratusan korban dari berbagai kalangan, mulai dari siswa, santri, tenaga pendidik, hingga wali murid.
Para korban mengalami gejala mual, muntah, pusing, dan diare. Akibatnya, mereka harus mendapatkan penanganan medis di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di wilayah setempat. Sebagian korban dilaporkan masih menjalani perawatan intensif, sementara lainnya diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.
Berdasarkan laporan resmi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), kejadian tersebut telah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) keracunan pangan.
Penetapan status KLB dilakukan karena luasnya dampak serta besarnya jumlah korban yang terdampak dalam waktu singkat. Aparat dan petugas kesehatan langsung melakukan pendataan, evakuasi korban, serta langkah penanganan darurat guna mencegah bertambahnya korban.
Kasus ini menuai sorotan tajam dari Pengacara Internasional sekaligus Tokoh Pemuda Indonesia Raya, Erles Rareral, S.H., M.H.
Ia menilai peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai kelalaian biasa karena menyangkut keselamatan anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.
“Ini bukan hanya kelalaian biasa. Program pemerintah yang menyentuh langsung anak-anak wajib memiliki standar keamanan pangan yang sangat ketat. Aparat Penegak Hukum harus turun tangan dan mengusut tuntas siapa pihak yang bertanggung jawab,” tegas Erles Rareral
Ia juga mendesak dilakukannya audit menyeluruh terhadap seluruh rantai distribusi dan proses pengolahan makanan MBG, mulai dari penyedia bahan baku, dapur produksi, hingga sistem pengawasan di lapangan.
Menurutnya, transparansi dan penegakan hukum penting agar kejadian serupa tidak terulang.
Sementara itu, pemerintah daerah menyatakan tengah melakukan investigasi bersama dinas kesehatan dan instansi terkait.
Sampel makanan MBG telah diambil untuk diuji di laboratorium guna memastikan penyebab pasti keracunan. Program MBG di wilayah terdampak pun untuk sementara dihentikan hingga hasil penyelidikan resmi diumumkan.
Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi seluruh pemangku kepentingan agar pelaksanaan program sosial, khususnya di sektor pendidikan dan pemenuhan gizi, dilakukan secara profesional, akuntabel, dan mengutamakan keselamatan masyarakat. ◇