TNT – JAKARTA – Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP TNI Mayor Jenderal TNI Amrin Ibrahim mendapatkan laporan intelijen di tengah rangkaian agenda Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke Papua.
Seyogyanya, Gibran dijadwalkan berkunjung ke Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, pada Rabu (14/1). Agenda itu melengkapi kunjungan yang sebelumnya ke Biak Numfor dan Wamena.
Namun, agenda ke Yahukimo mendadak batal karena alasan keamanan.
“Saya selaku Komandan Satuan Tugas Pengamanan VVIP, melihat pertimbangan keamanan di Yahukimo sampai dengan pagi ini, saya menyarankan kepada Bapak Wapres untuk tidak melakukan kunjungan ke Yahukimo,” kata Amrin dalam keterangan pers kepada wartawan di Biak Numfor, Papua.
Amrin, yang juga menjabat Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, mengatakan bahwa dirinya mendapat laporan intelijen di tengah rangkaian agenda Wapres.
“Dari pertimbangan intelijen, kami melihat ada gerakan-gerakan dari kelompok-kelompok yang tidak bertanggung jawab di sana, yang menurut pertimbangan kami untuk keamanan VVIP tentunya sangat tidak memungkinkan,” ujar Amrin.
Adapun selama pengamanan VVIP, TNI mengerahkan sejumlah prajurit mereka. Satgas pengamanan itu bergerak di bawah naungan Komando Gabungan Terpadu Pengamanan (Kogabpadpam) VVIP.
Sebagai contoh, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin selaku Pangkogasgabpad Pengamanan VVIP memimpin langsung pelaksanaan operasi pengamanan VVIP menjelang kedatangan Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa (13/1).
Pelaksanaan operasi tersebut berlandaskan Keputusan Panglima TNI Nomor KEP/1287/XII/2018 tentang penyelenggaraan pengamanan Presiden dan Wakil Presiden RI beserta keluarga. – iDM