DUNIA PENDIDIKAN

SMA Taruna Nusantara di Malang Terapkan Kurikulum Cambridge

651fr0ipbaa5ri3
Ukuran Font
A A 100%

TNT – JAKARTA – Sekolah Menengah Atas Taruna Nusantara Kampus Malang mulai menerapkan sistem pendidikan dengan kurikulum internasional Cambridge. Presiden Prabowo Subianto menginginkan setiap lulusan lembaga pendidikan ini memiliki kemampuan dan daya saing global.

“Sekolah menerapkan tiga kurikulum yakni kurikulum nasional, kurikulum khusus SMA Taruna Nusantara dan kurikulum internasional Cambridge. Integrasi tiga kurikulum tersebut membentuk lulusan yang berwawasan kebangsaan, berdaya saing global dan memiliki karakter unggul,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Rabu (14/1/2026).

Institusi pendidikan unggulan ini dikhususkan bagi anak-anak yang memiliki talenta tinggi dari berbagai wilayah Indonesia. Seluruh siswa yang bersekolah tidak akan dikenakan biaya pendidikan alias gratis dan tinggal di asrama.

Teddy menjelaskan bahwa pembangunan gedung sekolah ini merupakan gagasan murni dari Presiden Prabowo Subianto dahulu. Kepala Negara merancang ide pembangunan fasilitas pendidikan tersebut saat ia masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.

“Saat menjabat sebagai Menteri Pertahanan, pada November 2023 lalu, beliau menggagas ide pembangunan sekolah ini. Sekaligus mendesain sendiri arsitektur bangunannya,” ujarnya.

Presiden menilai keberadaan lembaga pendidikan unggulan seperti sekolah ini merupakan sebuah wadah yang sangat strategis. Institusi tersebut dinilai sangat penting untuk meraih keunggulan negara dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Presiden Prabowo menegaskan pentingnya keberadaan sekolah unggulan dalam menyiapkan kader bangsa berkarakter kuat dan berjiwa patriotik,” ucap Teddy.

Presiden Prabowo telah meresmikan kampus yang terletak di wilayah Malang itu pada Selasa (13/1/2026). Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyebut bahwa pemerintah sedang memperluas kampus baru di berbagai daerah.

Prasetyo mengatakan sekolah yang telah beroperasi saat ini terletak di Malang, Cimahi, dan juga Magelang. Pembangunan tiga sekolah baru ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir 2026 mendatang di lokasi yang berbeda.

Ketiga sekolah tersebut dibangun di kawasan Ibu Kota Nusantara, daerah Minahasa, serta wilayah Pagar Alam. Presiden memiliki keinginan kuat agar setiap provinsi di Indonesia mempunyai sekolah unggulan seperti tempat ini.

“Sekali lagi ini memang kita bekerja keras untuk apa namanya meningkatkan fasilitas-fasilitas pendidikan kita ya. Kita benar-benar ingin mempersiapkan sumber daya manusia kita yang kita harapkan akan mengawaki kebangkitan Indonesia Emas 2045,” kata Prasetyo. []