TNT | ACEH – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, kembali menjadi sorotan publik setelah menunjuk anaknya sebagai Komisaris Utama di perusahaan energi daerah, PT Pema Global Energi (PGE).
PT PGE sendiri merupakan perusahaan yang bergerak di sektor minyak dan gas (migas), salah satu sektor strategis yang selama ini menjadi andalan ekonomi Aceh. Penunjukan tersebut sekaligus menjadi bagian dari langkah besar restrukturisasi manajemen perusahaan.
Tidak hanya posisi komisaris yang mengalami perubahan, susunan direksi PGE juga dirombak secara signifikan.
Perombakan ini disebut sebagai upaya penyegaran organisasi guna meningkatkan kinerja perusahaan, terutama dalam pengelolaan potensi migas daerah yang dinilai masih bisa dioptimalkan.
Namun, kebijakan tersebut memicu beragam reaksi di tengah masyarakat. Sejumlah pihak menilai langkah ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, mengingat adanya hubungan keluarga antara kepala daerah dan pejabat yang ditunjuk pada posisi strategis.
Di sisi lain, ada pula yang berpandangan bahwa penunjukan tersebut merupakan hak pemegang saham, selama dilakukan sesuai dengan mekanisme perusahaan dan ketentuan yang berlaku.
Hingga kini, publik masih menantikan penjelasan lebih lanjut terkait dasar pertimbangan penunjukan tersebut, termasuk sejauh mana aspek profesionalitas, transparansi, dan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) diterapkan dalam proses pengisian jabatan di tubuh perusahaan migas daerah itu.
Dengan peran strategis PGE dalam sektor energi, keputusan ini dinilai akan menjadi penentu arah pengelolaan sumber daya migas Aceh ke depan. (*)