LINTAS NUSANTARA

TNI Kerahkan Para Prajurit Tangani Dampak Gempa di Sulawesi Utara

Screenshot_2026_0402_174423
Ukuran Font
A A 100%

TNT | JAKARTA – Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan para prajuritnya ke sejumlah wilayah terdampak bencana gempa bumi di Sulawesi Utara pada Kamis (2/4).

Kapuspen TNI, Mayjen Aulia Dwi Nasrullah, mengatakan, TNI mengerahkan jajaran Korem 131 Santiago ke sejumlah wilayah terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,6 tersebut, khususnya di Kota Manado dan Kota Bitung.

“Berbagai upaya dilakukan, mulai dari evakuasi korban, pendataan kerusakan, pembersihan puing-puing bangunan, hingga membantu masyarakat yang terdampak secara langsung,” kata Aulia dalam keterangan resminya.

Aulia mengatakan, dalam tugas operasi militer selain perang ini TNI menurunkan satu satuan setingkat pleton (SST) yang melakukan evakuasi korban serta pembersihan material bangunan serta membantu warga membersihkan puing rumah.

Sementara di Kota Bitung, satu SST dari Kodim 1310 Bitung bersama personel dari Yonif TP 916 BS turut diterjunkan untuk membantu penanganan dampak gempa. Kegiatan difokuskan pada penanganan rumah rusak berat serta pemberian imbauan kepada masyarakat pascaterjadinya gelombang tsunami kecil di wilayah pesisir Lembeh dan Kasawari.

Di wilayah Kodim 1302 Minahasa, kata Aulia, masing-masing satu SST dikerahkan ke wilayah Minahasa dan Minahasa Tenggara. Personel memberikan bantuan kepada warga terdampak sekaligus melakukan pemantauan situasi guna mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Mirza Agus menambahkan, kehadiran prajurit di tengah masyarakat merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan rakyat.

“Kami telah mengerahkan personel di wilayah terdampak untuk membantu proses penanganan pascagempa. Mulai dari evakuasi, pembersihan, hingga pendataan kerusakan dilaksanakan secara terpadu,” ujar Pangdam.

Selain melaksanakan tugas penanganan, prajurit TNI juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap tenang namun waspada, serta selalu mengikuti arahan pemerintah dan informasi resmi dari BMKG. (IDF)