WARTA EKONOMI & DUNIA USAHA

APPSI Aceh Petakan Pasar Terdampak Banjir, Dukung Percepatan Pemulihan UMKM

IMG-20260112-WA0032
Ukuran Font
A A 100%

TNT – BANDA ACEH –  Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (DPW APPSI) Aceh mulai melakukan pendataan pasar rakyat yang terdampak banjir di sejumlah kabupaten/kota di Aceh sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan pemulihan UMKM pascabencana.

Pendataan ini merupakan tindak lanjut arahan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APPSI yang meminta DPW APPSI Aceh berkolaborasi dengan Kementerian UMKM, Kementerian Perdagangan, serta instansi terkait dalam program pemulihan UMKM dan pasar tradisional.

Ketua DPW APPSI Aceh, H. Fadhlullah, menegaskan bahwa pendataan pasar rakyat terdampak banjir harus dilakukan secara cepat, akurat, dan berbasis kondisi riil di lapangan agar program pemulihan UMKM dan pasar tradisional dapat tepat sasaran. Menurutnya, pasar rakyat merupakan penopang utama ekonomi masyarakat yang harus segera dipulihkan agar aktivitas ekonomi warga kembali berjalan normal.

Fadhlullah yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Aceh menyatakan, Pemerintah Aceh akan mendorong sinergi antara APPSI, pemerintah kabupaten/kota, serta kementerian terkait dalam mempercepat proses pemulihan ekonomi pascabencana.

Sementara itu sekretaris DPW APPSI Aceh, Mahfudz Y Loethan, mengatakan pendataan tersebut merupakan instruksi dari Ketua Umum DPP APPSI, Sudaryono, serta arahan Ketua DPW APPSI Aceh. DPW APPSI Aceh, lanjutnya, tengah menghimpun data pasar terdampak sebagai bahan laporan kepada pihak terkait.

Mahfudz menambahkan, banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh telah berdampak pada aktivitas pasar rakyat, baik dari sisi fasilitas maupun kegiatan jual beli pedagang.

Pendataan ini akan menjadi dasar penyusunan laporan kepada DPP APPSI dan kementerian terkait, sehingga program pemulihan UMKM dan pasar tradisional dapat direalisasikan secara tepat sasaran.

DPW APPSI Aceh menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pemulihan ekonomi daerah, khususnya sektor pasar tradisional yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat Aceh. []